Hampir Tidak Ada Yang Menggunakan Android Lolipop


Androiddevil.com - Semakin banyak versi android yang sudah di rilis,versi terbaru sistem operasi (OS) Android, 5.0 Lollipop, telah diluncurkan pada November tahun lalu. Tapi nyatanya, penetrasi Android Lollipop bahkan tidak sampai 1 persen dari total keseluruhan perangkat Android yang ada saat ini.

Karena kecilnya penetrasi sistem Lollipop, OS itu tidak ada di dalam tabel informasi Platform Versions yang baru saja dirilis Google. Perangkat Android yang menjalankan Lollipop ternyata kurang dari 0,1 persen..

Menurut yang dilansir laman Business Insider, Senin (12/1/2015), salah satu penyebabnya adalah sangat sedikit ponsel yang bisa mendapatkan upgrade ke Lollipop.Orang orang masih suka menggunakan versi jellybean dan kitkat, Kehadiran OS terbaru itu tergantung dari keputusan operator dan manufaktur ponsel.

Sementara Lollipop masih menjadi 'anak bawang', Android Jelly Bean berhasil menguasai pasar perangkat Android. Menurut data Google, 46 persen perangkat Android yang ada saat ini menjalankan OS tersebut.

Adapun komposisinya adalah 19,2 persen untuk versi Jelly Bean 4.1.x, 20,3 persen versi 4.2.x, dan sisanya sebesar 6,5 persen versi 4.3.




Sedangkan posisi kedua ditempati KitKat dengan 39,1 persen pangsa pasar. Selanjutnya Gingerbread dengan 7,8 persen, diikuti Ice Cream Sandwich 6,7 persen. Posisi lima besar ditutup oleh Froyo dengan 0,4 persen.

Data ini dikumpulkan selama 7 hari, yang berakhir pada 5 Januari 2015. Setiap versi dengan penetrasi kurang dari 0,1 persen tidak dirilis oleh Google.

1 Response to "Hampir Tidak Ada Yang Menggunakan Android Lolipop"

Apabila ada yang ingin ditanyakan soal artikel diatas atau mau request silahkan tinggalkan komentar sobat di bawah :
1. Berkomentar dengan sopan
2. Tidak memasukkan link aktif dalam form komentar
3. Berkomentar relevan dengan artikel
4. Komentar kasar, ada unsur Sara, pornografi dianggap Spam, dan langsung dihapus.
5. Jangan Silent Rider ya
6. Admin akan coba merespon komentar baru secepatnya.
7. Harap berkomentar dengan bahasa yang baku tanpa singkatan.